Jumat, 24 September 2010

Sejarah dan Metodologi dalam Psikologi

Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang prilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya.
Menurut etimologi psikologi berasal dari bahasa Yunani “Psyche” yang berarti jiwa dan “Logia” yang berarti ilmu sehingga psikologi dapat diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang jiwa.
Berdasarkan sejarah sebagai bagian dari ilmu pengetahuan, psikologi melalui perjalanan yang panjang. Bahkan sebelum Wundt mendeklarasikan laboratoriumnya tahun 1879 , yang dipandang sebagai awal kelahiran psikologi sebagai ilmu pandangan tentang manusia dapat ditelusuri jauh ke masa Yunani kuno. Dapat dikatakan bahwa sejarah psikologi sejalan dengan perkembangan intelektual di eropa, dan mendapatkan bentuk pragmatisnya di benua Amerika.
Beberapa metodologi dalam psikologi, diantaranya sebagai berikut :
a. Metodologi Eksperimental
Biasanya dilakukan dalam laboratorium dengan mengadakan berbagai eksperimen. Peneliti memiliki kontrol sepenuhnya terhadap jalannya suatu eksperimen. Dengen memegang kendali penuh atas apa yang akan dilakukan pada objek yang ditelitinya, kapan akan melakukan penelitian, dan sebagainya.
b. Observasi Ilmiah
Suatu hal pada situasi-situasi yang ditimbulkan tidak dengan sengaja. Melainkan dengan proses-proses ilmiah dan secara spontan. Obsevasi alamiah ini dapat diterapkan pula pada tingkah laku yang lain, misalnya saja : tingkah laku orang-orang yang sedang berada di kampus, tingkah lalu orang-orang di pasar, tingkah laku anak yang sedang bermain, prilaku orang yang sedang mendapatkan musibah, dan lain sebagainya.
c. Sejarah Kehidupan
Sejarah kehidupan merupakan sumber daya yang penting dalam mengetahui “jiwa” orang yang bersangkutan, misalnya dengan cerita ibunya, seorang anak yang tidak naik kelas mungkin diketahui bahwa dia bukan bukan kurang pandai melainkan minatnya sejak kecil memang pada bidang yang lain, sehingga dia tidak begitu antusias untuk mengikuti pendidikan disekolahnya.
d. Wawancara
Merupakan Tanya jawab si pemeriksa dan orang yang diperiksa. Agar orang yang diperiksa dapat menemukan isi hatinya sendiri, pandangan-pandangannya, pendapatnya, dan lain-lain sedemikian rupa sehingga orang yang mewawancarainya dapat menggali semua informasi yang dibutuhkan.
e. Angket
Ini merupakan wawancara dalam bentuk yang tertulis. Semua pertanyaan telah disusun secara tertulis p-ada lembaran-lembaran pertanyaan itu, dan orang yang diwawancarai tinggal membaca pertanyaan yang diajukan, lalu menjawabnya secara tertulis pula. Jawaban-jawaban akan dianalisis untuk mengetahui hal-hal yang diselidiki.
f. Pemeriksaan Psikologi
Ini biasanya lebih dikenal dengan psikotes. Metode ini menggunakan alat-alat psikodiagnostik tertentu yang hanya dapat digunakan oleh para ahli yang benar-benar sudah terlatih. Alat-alat itu dapat dipergunakan untuk mengukur dan untuk mengetahui taraf kecerdasan seseorang, arah minat seseorang, sikap, struktur kepribadian, dan lain-lain dari orang-orang yang dipriksa itu.

1 komentar: